WAYANG DALAM TARI SUNDA GAYA PRIANGAN
ABSTRAK: Tulisan ini merupakan
kajian terhadap potensi wayang dalam lingkup budaya Sunda subkultur Priangan,
khususnya seni tari. Awalnya kata wayang diartikan untuk menyebut boneka dari
kayu yang dimainkan dalang dalam pertunjukan seni pedalangan atau untuk
menunjukkan ceritanya dalam pertunjukan seni padalangan, dan juga bisa secara
langsung untuk menyebut seni padalangan Wayang Golek. Selanjutnya potensi
wayang ini berpengaruh kuat ke dalam beberapa aspek kehidupan yang berbau
kepercayaan dan juga kesenian, termasuk ke tari Sunda gaya Priangan. Karena
wayang mengandung makna religius yang tersirat dalam isi ceritanya, maka wayang
dalam tari Sunda gaya Priangan tidaklah lepas dari misi atau pesan moral ke
arah tuntunan hidup. Lahirnya Wayang Wong Priangan, terungkap sebagai bentuk
dramatari berdialog dengan membawakan cerita wayang secara utuh atau sebagian,
dan senantiasa adanya pertentangan antara tokoh wayang yang jahat dengan yang
menumpas kejahatan.
Penulis: Iyus Rusliana
Kode Jurnal: jpantropologidd160030