SIGER SEBAGAI WUJUD SENI BUDAYA PADA MASYARAKAT MULTIETNIK DI PROVINSI LAMPUNG
ABSTRACT: Artikel ini menitik
beratkan pada pembahasan siger sebagai simbol
integrasi masyarakat suku Lampung. Provinsi Lampung terdiri dari dua
golongan suku asli yaitu suku Lampung Pepadun dan Saibatin. Keadaan ini sangat
rentan akan terjadinya konflik dan perpecahan karena rasa sukuisme yang muncul
karena tinggal di wilayah adat berbeda. Makna yang terungkap dalam artikel ini
adalah bahwa siger merupakan simbol pemersatu masyarakat Lampung. Bentuk,
warna, dan berbagai hiasan aksesorisnya menyiratkan persatuan dan kesatuan
suku, sub suku, dan keturunan masyarakat
Lampung Pepadun dan Saibatin. Dengan adanya siger, masyarakat Lampung Pepadun
ataupun Saibatin terikat oleh suatu persamaan kebudayaan, silsilah keturunan,
kehidupan sosial budaya bahkan rasa senasib sepenanggungan. Siger dijadikan
sebagai sarana propaganda mewujudkan integrasi masyarakat suku Lampung. Oleh
karena itu siger banyak dimunculkan pada berbagai ornamen bangunan rumah, pasar
(baik modern maupun tradisional), gapura, dan simbol pemerintahan sebagai wujud
kemajemukan masyarakat Lampung.
Penulis: Deri Ciciria
Kode Jurnal: jpantropologidd150080