REPRESENTASI NILAI KOSMOLOGI PADA WUJUD LOKAL BANGUNAN HUNIAN BALI AGA
ABSTRAK: Arsitektur Bali Aga
merupakan arsitektur tertua kedua di Bali yang masa kemunculannya meliputi
kurun waktu abad ke-8 s.d 13, dimana terdapat dua peristiwa akulturasi penting
yaitu kedatangan Resi Markandeya dari India yang membawa ajaran Budha Mahayana
dan Empu Kuturan dari Jawa Timur yang membawa ajaran Hindu. Sebelum masuknya
kedua budaya tersebut, masyarakat Bali Aga memiliki pandangan kosmologi sebagai
anutan kepercayaan yang masih terlihat hingga kini dalam setiap pemikiran,
perilaku dan artefak bangunan huni- annya.
Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan metode etnografi
untuk dapat menelusuri representasi pandangan kosmologi masyarakat, khususnya
dalam wujud lokal bangunan huniannya. Hasil penelitian ini menjelaskan beberapa
pandangan kosmologi di desa-desa Bali Aga ternyata tidak dapat dianggap sama
karena sangat dipengaruhi masing- masing local wisdom. Namun keberagaman
tersebut tetap mengandung nilai, maksud dan tu- juan yang sama dengan
menjadikan alam semesta sebagai orientasi yang utama. Keberserahan diri
masyarakat Bali Aga kepada alam semesta ini menjadikan bangunan huniannya mampu
bertahan dengan identitasnya hingga kini.
Penulis: Ida Ayu Dyah
Maharani, Imam Santosa, Prabu Wardono
Kode Jurnal: jpantropologidd160046