ESTETIKA, SEREN TAUN ANTARA SENI, RITUAL, DAN KEHIDUPAN
ABSTRAK: Seren taun merupakan
presentasi estetik masyarakat agraris untuk mendatangkan berkah dari leluhur.
Sistem upacara meliputi aspek gagasan, kebahasaan, prilaku, dan peralatan dalam
seren taun dimaknai sebagai komunikasi sakral. Tiga prinsip kehidupan sebagai
syarat menca- pai kesempurnaan hidup diritualisasikan pada Dewi Pwahaci untuk
mengungkapkan tentang prinsip kelahiran, kedewasaan, dan gambaran prinsip
kesempurnaan (kematian).
Di tangan Kekarismatikan pemimpin tradisional Pangeran Djati Kusumah,
Seren taun berkembang baik secara bentuk maupun isi, sebagai presentasi penghayatan ajaran spiritual ADS,
agar mudah diterima oleh semua orang. Pemahaman itu menunjukan Seren taun
sebagai tuntunan nilai-nilai keindahan, yang syarat dengan trilogi antara verum
(kebenaran) bonum (ke- baikan), dan pulchrum (keindahan). Cara-cara indah dari
presentasi estetik Seren taun merupa- kan keindahan alam dan seni sebagai
tutuntunan-keharmonisan manusia dengan Tuhan, alam semesta, dan sesamanya.
Pertunjukan seni dan ritual itu, memberikan manfaat secara universal sebagai
penyelaras atau balancing kehidupan manusia secara lahir maupun batin.
Penulis: Ign. Herry Subiantoro
Kode Jurnal: jpantropologidd160047