RELEVANSI PEMIKIRAN IBNU SINA DAN GEORGE WILHELM FRIEDRICH HEGEL TENTANG PENDIDIKAN

Abstract: Secara subtansial, Islam dan barat memiliki pandangan yang sama tetang pendidikan. Keduanya sama-sama beroreintasi pada pembentukan kepribadian dan intelektual anak, yaitu terbentuknya pribadi cerdas yang berakhlak mulia. Dalam Islam, Al Qur’an, Hadits dan Ijma’ para ulama sebagai landasan dalam membangun konsep pendidikannya. Sedangkan di Barat paham nasionalisme yang menjadi pijakan mendasarnya. Masing-masing peradaban ini memiliki karakter yang berbeda sehingga produk yang dihasilkan pun memiliki ciri-ciri yang berbeda. Menurut pandangan Hegel sebagai representasi dari Tokoh barat, Pendidikan juga dapat diartikan sesuatu yang nyata, transendensi, yang progresif dari yang subyektif atau negatif, dan tergantung pada potensi moral. Untuk mencapai moral yang positif dan esensial (ketinggian moral), seseorang harus menjunjung tinggi moral universal dan hidup pada lingkarannya. Akhirnya, orang akan mencapai keutamaan dan mendapatkan moral absolut melalui pendidikan. Hal ini tidak jauh berbeda dengan pandangan Ibnu Sina sebagai salah satu Tokoh Pendidikan Islam yang meintegrasikan antara nilai-nilai idealistis dengan pandangan pragmatis.Ia memadukan antara materi-materi pelajaran atau teori-teori yang dipelajari anak di sekolah dengan lapangan pekerjaan yang diminatinya.  Bagi Ibnu Sina’ hal – hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam sistem pendidikan adalah meneliti tingkat kecerdasan, karakteristik dan bakat–bakat yang dimiliki anak, serta memeliharanya dalam rangka menentukan pilihan yang disenangi untuk masa yang akan datang.
Keyword: Comparation, Education Philosopy Of Islam and Western
Penulis: Moh Wardi
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd140281

Artikel Terkait :