REKONSTRUKSI HISTORIOGRAFI ISLAMISASI DAN PENGGALIAN NILAI-NILAI AJARAN SUNAN KALIJAGA

Abstrak: Artikel ini mengkaji Islamisasi, nilai-nilai agama Islam dalam konteks penyebar-luasannya melalui kasus Sunan Kalijaga.Dalam kaitannya dengan Islamisasi oleh Sunan Kalijaga, penulis menganggap perlu merekonstruksi Isamisasinya yang tidak hanya dalam ruang lingkup Jawa, akan tetapi juga terkait dengan koneksi regional bahkan internasional. Regional yang dimaksud dalam konteks ini adalah Nusantara sebagai “ruang lingkup” perkembangan Islamisasi melalui jalur maritim di wilayah tersebut pada abad ke-15 dan 16 M. Sedangkan koneksi internasional adalah hubungan dan jaringan yang terjadi selama abad tersebut. Untuk mengelaborasi hal tersebut, digunakan kerangka teori konteks dan difusi kebudayaan. Teori konteks terkait dengan bahasan mengenai kondisi-kondisi sosial-ekonomi dan politik di Nusantara pada abad ke-15 dan 16 M. Sedangkan teori difusi kebudayaan digunakan untuk menjelaskan Islamisasi ke wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, tempat di mana Sunan Kalijaga menyebarkan Islam. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan biografi, sejarah, dan sosial-budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Sunan Kalijaga melakukan proses Islamisasi di Pulau Jawa, namun pusat dari proses Islamisasi tersebut justru berada di Aceh melalui Kerajaan Samudera Pasai dan Kerajaan Islam Aceh Darussalam. Di samping itu, proses penyebar-luasan Islam yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga menghasilkan kulturalisasi Islam Nusantara, khususnya lagi Jawa yang bercirikan konvergensi, asimilasi, akulturasi dan sinkretisme antara Islam dan budaya lokal.
kata kunci: rekonstruksi, Islamisasi, Sunan Kalijaga dan nilai-nilai ajarannya
Penulis: Nurul Hak
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd160076

Artikel Terkait :