DESA PESANTREN DAN REPRODUKSI KIAI KAMPUNG
Abstrak: Pesantren berfungsi
sebagai lembaga pendidikan (keislaman) sekaligus lembaga sosial yang umumnya
berbasis di pedesaan. Bahkan sendi-sendi dan pola kehidupan orang Jawa di
pedesaan juga banyak dipengaruhi oleh budaya dan nilai-nilai pesantren. Tidak
hanya santri dari desa setempat santri-santri dari berbagai daerah juga banyak
yang dating mengaji. Setelah tamat pesantren mereka pulang ke kampung, dan di
antara mereka ada yang berperan di lingkungan masyarakatnya. Mereka mempelajari
pengetahuan keislaman yang meliputi ilmu: Al-Qur’an dan Tafsir, Hadits, tauhid (ketuhanan),
akhlak (etika), fiqh (yurisprudensi Islam), dan ilmu alat (nahwu-shorof, gramer
dan morfologi). Di lingkungan pedesaan peranan kiai kampung yaitu menggerakkan
aktivitas pendidikan keagamaan, mentalspiritual dan sosial-kemasyarakatan.
Ketika pesantren mengalami perkembangan dengan sendirinya berkorelasi terhadap
kemajuan desa. Desa pesantren merupakan suatu model pembangunan pedesaan yang
kemajuannya banyak ditopang dengan hidupnya nilai-nilai dan tradisi Islam. Santri-santri
tamatan pesantren yang sudah kembali ke desa dan memiliki kemauan yang kuat
mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat menjadi faktor penting bagi kelestarian
pembangunan sosial di pedesaan. Dalam konteks ini sesungguhnya nilai strategis
peranan kiai kampung dalam pembangunan masyarakat di pedesaan.
Penulis: Syamsul Hadi,
Endriatmo Soetarto, Satyawan Sunito, Nurmala K. Pandjaitan
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd160077