REDEFINISI KAUM PADERI MELALUI METODOLOGI GENEALOGIS FOUCAULDIAN SEBAGAI REKONSILIASI ETNIS MINANGKABAU–BATAK

Abstrak: Redefinisi Kaum Paderi ini dilatarbelakangi konflik masa lalu Paderi yang memiliki dampak jangka panjang hingga melibatkan dua etnis besar Sumatera; Minangkabau dan Batak yang menyisakan konflik tertutup akibat pendidikan lokal yang rancu, yakni tambo (istilah Minang) atau turi-turian (istilah Batak). Munculnya buku karya Ir. Mangaraja Onggang Parlindungan (MOP) berjudul “Tuanku Rao; Teror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak 1816-1833” yang terbit pertama kali tahun 1964 semakin mempertajam isu konflik tertutup ini. Hamka pun membalas dengan buku“Antara Fakta dan Khayal: Tuanku Rao” tahun 1974 sebagai usaha mereduksi konflikdan untuk menepis persepsi publik yang terbangun oleh buku MOP mengenai kekejaman bangsa Minang selama dakwah Kaum Paderi. Redefinisi Kaum Paderi melalui metodologi genealogis merupakan akar solusi untuk mengubah pola pikir dengan pencapaian akhir rekonsiliasi antara etnis MinangkabauBatak. Luaran hasil teori redefinisi ini bisa mengubah arah sejarah serta memberi pemahaman masyarakat tentang dikotomi di tubuh Paderi.
Kata kunci: redefinisi, Kaum Paderi, metodologi genealogis, rekonsiliasi
Penulis: Alfi Arifian
Kode Jurnal: jpantropologidd160013

Artikel Terkait :