RAGAM PENGEMBANGAN PEMIKIRAN TASAWUF DI INDONESIA
Abstract: Ada kontroversi
pemikiran di kalangan pengamat tentang tasawuf. Sebagian mereka mengkritik
secara tajam terhadap tasawuf sebagai salah satu faktor penyebab kemunduran
dunia Islam lantaran menyebabkan sikap pasrah, acuh tak acuh dan pasif terhadap
kehidupan duniawi. Namun pada bagian lain, justru muncul penilaian sebaliknya.
Tasawuf memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar pada kebangunan umat Islam
dan kemajuannya. Maka masalahnya terletak pada potensi tasawuf dalam kehidupan
umat Islam. Masalah ini selanjutnya difokuskan pada kreativitas pemikir-pemikir
Islam Indonesia dalam mengembangkan tasawuf. Lalu diajukan rumusan masalah
(pertanyaan penelitian): bagaimanakah kreativitas pemikir-pemikir Islam
Indonesia dalam mengembangkan ilmu tasawuf mulai 1980 hingga sekarang (2014)?
Untuk menjawab pertanyaan penelitian ini, peneliti mengumpulkan data melalui
metode dokumentasi (studi teks/telaah pustaka). Kemudian setelah data-data
terkumpul, dianalisis melalui analisis isi (content analysis) dan analisis
kritis (critical analysis). Penelitian ini menghasilkan delapan macam tawaran
pengembangan tasawuf, yaitu tasawuf sosial, tasawuf positif, tasawuf perkotaan,
tasawuf falsafi, tasawuf irfani, tasawuf kontekstual, tasawuf Jawa dan tasawuf
Muhammadiyah. Tasawuf terakhir ini memancing perhatian sebab sebagai kalangan
modernis, Muhammadiyah dahulu senantiasa menyerang tasawuf sekaligus menawarkan
tajdid dan ijtihad. Melalui tasawuf Muhammadiyah ini, berarti terjadi
pergeseran sikap Muhammadiyah dalam menghadapi tasawuf sehingga tampak lebih
ramah.
Penulis: Mujamil Qomar
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd140307