MENGKOMPROMIKAN YANG FORMAL DAN MORAL: RASIONALITAS TINDAKAN EKONOMI PENGUSAHA HOME INDUSTRY DI SRIHARJO, BANTUL, YOGYAKARTA
ABSTRACT: Beralihnya
kecenderungan masyarakat pedesaan dari sektor agraris ke non agraris mendorong
pertumbuhan home industry di pedesaan. Salah satunya adalah home industry
rempeyek di Pelemmadu, Sriharjo, Bantul, Yogyakarta. Namun, pesatnya
pertumbuhan industri kemudian membawa konsekuensi-konsekuensi di antaranya
adalah persaingan dan permainan pasar. Kondisi demikian menjadikan para
pengusaha rempeyek dilematis. Sebagai homo economicus mereka tentu ingin
mendulang keuntungan semaksimal mungkin (rasional). Tulisan ini membahas
bagaimana rasionalitas tindakan ekonomi pengusaha home industry dalam
menghadapi transformasi corak produksi beserta konsekuensi-konsekuensinya.
Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam terhadap 11
Informan. Penentuan informan dipilih secara purposive .Hasil penelitian
menunjukkan bahwa para pengusaha rempeyek mengembangkan mekanisme alternatif
dalam menghadapi persaingan dan permainan pasar dengan mengompromikan
rasionalitas formal dan moral dalam tindakan ekonomi mereka. Selain berdasarkan
pada rasionalitas formal yakni dengan quality control dan perluasan jaringan
bisnis, para pengusaha juga didorong oleh nilai-nilai moral seperti “tuna
sathak bathi sanak” sehingga mampu memperjuangkan kepentingan individual tanpa
harus mengabaikan kepentingan sosial. Nilai-nilai tersebut lantas dilembagakan
dalam kelompok pengusaha sebagai sarana untuk mengembangkan usaha
bersama-bersama.
Penulis: Ahmad Arif Widianto,
Lia Masrifah
Kode Jurnal: jpsosiologidd160378