MEMBACA RELASI MEDIA-PEMERINTAH PADA ERA OTONOMI DAERAH

Abstract: Ketika rezim Orde Baru dengan sistem pemerintah otoriter, bentuk dominan sebagai model relasi antara media dan masyarakat (baca = kekuasaan).  Dalam rezim desentralisasi dan industrialisasi media, maka bentuk  dominan digantikan oleh bentuk pluralistik. Hubungan media dan kekuasaan  berorientasi pada pencapaian kepentingan politik, sosial, budaya, ekonomi dan kelompok yang bersaing. Ini berarti bahwa hubungan dua lembaga tersebut sangat dinamis. Suatu saat, media mendominasi, pada saat yang lain, kekuasaan bisa jadi lebih dominan. Kesetaraan bisa terjadi ketika keduanya menemukan kesamaan kepentingan. Situasi demikian memerlukan pisau bedah “baru” yang mampu membongkar dan mengkonstruksi bagaimana hubungan media dan kekuasaan. Artikel ini menawarkan teori homologi atau struktur homologi untuk membaca bagaimana relasi keduanya. Karena artikel ini bersifat kajian awal, penulis  tidak menyimpulkan bagaimana struktur relasi media dan kekuasaan saat ini. Dengan kajian ini, penulis berharap akan mendapat respon dari pembaca untuk menyempurnakan artikel ini.
Kata kunci: media massa; industri media; relasi media dan kekuasaan
Penulis: mukhijab bin mukhotib
Kode Jurnal: jpkomunikasidd150667

Artikel Terkait :