KONSEP DAN METODE GARAP DALAM PENCIPTAAN TEPAK KENDANG JAIPONGAN
ABSTRAK: Tulisan ini bertujuan
untuk menggali proses penciptaan tepak kendang jaipongan dari kreatornya yakni
Suwanda. Ide tepak kendang diperoleh melalui empat proses yaitu Suwan- da
terjun langsung ke dalam jenis kesenian yang sedang populer, hasil apresiasi terhadap
berbagai jenis kesenian, terangsang oleh ragam gerak tari, serta karena
terinspirasi lagu yang dibawakan oleh pesindén. Tepak kendang jaipongan
bersumber dari berbagai jenis ke- tsenian seperti Ketuk Tilu, Topéng Banjét,
Wayang Golék, Kiliningan, Bajidoran, Penca Silat dan Tarling. Kekayaan ragam
tepak kendang Sunda digarap dengan konsep “kebebasan dan ‘ke- baruan’. Metode
yang digunakan untuk menciptakan tepak kendang jaipongan adalah “ngo lah nu
aya maké cara: salambar langsung saayana tinu heubeul, ‘janten ku nyalira’,
ngarobah nu aya (‘ditambah’, ‘dikurangan’, ‘dipotong’, ‘dikerepan’,
‘dicarangan’)”.
Penulis: Asep Saepudin
Kode Jurnal: jpantropologidd130072