KETERLIBATAN PEREMPUAN DAN SIARAN BUDAYA LOKAL DI RADIO KOMUNITAS RUYUK FM, TASIKMALAYA, JAWA BARAT
Abstrak: Radio komunitas
adalah media alternatif warga dan memberi kesempatan bagi perempuan untuk
terlibat dalam produksi siaran radio. Keunikan radio komunitas yang bersifat
lokal dan menggunakan bahasa lokal memungkinkan perempuan untuk berpartisipasi
dalam menyiarkan acara-acara yang sesuai dengan kebutuhan komunitas. Siaran
yang diasuh oleh perempuan adalah siaran budaya lokal karena perempuan
mempunyai peran dalam mendidik anak-anaknya sesuai dengan nilai, tradisi, adat
maupun budaya masyarakatnya. Siaran budaya lokal tidak hanya melestarikan
bahasa dan budaya Sunda melalui partisipasi warga pada siaran on air dan off
air; tetapi juga menjawab persoalan-persoalan perempuan di komunitasnya. Namun
demikian, keterlibatan perempuan dalam siaran radio komunitas masih terbatas
pada acara yang berkaitan dengan kehidupan perempuan atau kehidupan personal,
sehingga belum mendobrak stereotip acara-acara yang umumnya ranah laki-laki,
seperti persoalan pertanian, konservasi hutan, kesehatan masyarakat, atau
pemerintahan desa. Terbatasnya pengetahuan dan pemahaman perempuan tentang
radio komunitas membuat perempuan membutuhkan adaptasi yang cukup panjang,
pelatihan, motivasi, dan peningkatan rasa percaya diri untuk terlibat dalam
pengelolaan ataupun siaran di radio komunitas. Tantangan ini dapat dijawab
dengan peningkatan kapasitas diri perempuan dan aksesibilitas perempuan pada
informasi, pendidikan dan pelatihan radio komunitas.
Penulis: Emilia Bassar, Irwan
Abdullah, Hermin I. Wahyuni
Kode Jurnal: jpantropologidd150145