Humanizing the Non-Human Animal: the Framing Analysis of Dogs' Rights Movement in Indonesia
Abstract: Konsumsi daging
anjing merupakan sebuah kebiasaan umum dalam beberapa dekade terakhir dan telah
menjadi simbol bagi beberapa kelompok masyarakat di seluruh dunia. Dogs Are Not
Food (DANF) adalah sebuah gerakan sosial yang ditujukan untuk menghapuskan konsumsi
daging anjing. Gerakan ini diinisiasi oleh beberapa organisasi hak asasi satwa
di Indonesia. Kampanye tersebut menjadi kontradiksi tersendiri: mengapa
organisasi-organisasi tersebut melarang konsumsi daging anjing namun tetap
mengonsumsi daging satwa lain? Bertolak dari konsep analisis framing, tulisan
ini menggunakan observasi partisipatoris dan wawancara mendalam dengan
informan-informan yang mengidentifikasi dirinya sebagai aktivis satwa dan/atau
pendukung gerakan DANF. Berbeda dengan studi-studi sebelumnya yang cenderung
mengkritik gerakan DANF, tulisan ini memberikan sebuah penjelasan sosiologis
mengenai fungsi anjing dalam masyarakat dan menganalisis framing gerakan DANF.
Tulisan ini berargumen bahwa framing yang digunakan oleh gerakan DANF bertujuan
untuk “memanusiakan” satwa. Oleh karena itu, pelarangan konsumsi daging anjing
menjadi tujuan gerakan DANF.
Penulis: Prisilia Resolute
Kode Jurnal: jpsosiologidd160346