ERDOĞAN VERSUS GÜLEN: PEREBUTAN PENGARUH ANTARA ISLAM POLITIK POST-ISLAMIS DENGAN ISLAM KULTURAL APOLITIS
Abstrak: Artikel ini mengupas
konflik di seputar kudeta militer di Turki yang terjadi pada tanggal 15 Juli
2016. Pertanyaan riset yang dibahas dalam artikel ini adalah mengapa dalam
kudeta militer tersebut justru Fethullah Gülen yang disalahkan? Terbaca dengan
jelas bahwa kudeta militer kali ini bercerita tentang perseteruan personal
antara Recep Tayyip Erdoğan dengan Fethullah Gülen. Untuk memperoleh gambaran
utuh mengenai perseteruan ini penulis menghadirkan tiga kelompok yang
berkonflik dalam drama kudeta tersebut: kelompok sekuler, Islam politik dan
Islam kultural. Militer mewakili kelompok sekuler. Erdoğan mewakili Islam
politik, sedangkan Gülen mewakili Islam kultural. Konflik antara Gülen dengan
Erdoğan sesungguhnya dipicu oleh perebutan pengaruh di panggung nasional Turki.
Penulis melihat bahwa konflik personal ini tidak lain adalah perseteruan antara
dua sosok Muslim dan sekaligus dua kelompok Islam yang berbeda dalam cara
pandang meskipun sama-sama berasal dari satu agama (Islam) dan satu aliran
(Sunni). Gülen berjuang lewat jalur kultural apolitis, sedangkan Erdoğan
berjuang melalui jalur politik post-Islamisme.
Penukis: Akhmad Rizqon Khamami
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd160188