DARI ‘NEGARA ISLAM’ KE POLITIK DEMOKRATIS: WACANA DAN ARTIKULASI GERAKAN ISLAM DI MESIR DAN INDONESIA
Abstrak: Artikel ini bertujuan
untuk menjelaskan wacana dan artikulasi gerakan Islam di Mesir dan Indonesia.
Di Mesir, Al-Ikhwan al-Muslimun telah menjelma menjadi sebuah kekuatan politik
terpenting setelah pergantian rezim pada tahun 2011. Mereka telah berhasil
menempatkan Mohammad Morsy dan Partai Keadilan Pembangunan dalam kekuasaan
setelah memenangi Pemilu 2012. Di Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera juga
menjelma sebagai kekuatan politik setelah Reformasi 1998, walaupun kesuksesan
mereka tak sebesar Ikhwan. Dengan menggunakan pendekatan post-fondasionalis,
artikel ini berupaya untuk menyediakan penjelasan tentang bagaimana wacana dan
artikulasi Gerakan Islam di kedua negara tersebut diproduksi setelah pergantian
rezim. Dengan melacak perjalanan politik dan sejarah Gerakan Islam di Mesir dan
Indonesia, artikel ini berargumen bahwa kedua Gerakan Islam di Mesir dan Indonesia
berangkat dari konsepsi universalis tentang Islam yang bertujuan untuk
menjadikan Islam sebagai dasar negara. Secara garis besar, artikel ini
menemukan bahwa ada perbedaan hasil yang diperoleh Gerakan Islam di dua negara
tersebut, yang antara lain dipengaruhi oleh perbedaan strategi, artikulasi, dan
negosiasi dengan kekuatan politik lain di negara tersebut.
Penulis: Ahmad Rizky
Mardhatillah Umar
Kode Jurnal: jpantropologidd160057