DAKWAH MANIFESTO MASYARAKAT MADANI PARTAI POLITIK; STUDI KASUS PARTAI GERINDRA

Abstract: Trend strong and weakening private realm, public, state and economic for democration can cause imbalance in the politic of the state. Finding author, borrow case political party of Gerindera, that Gerindera have given contribution for shape civilization Indonetion in cauldron political of praktic in this indonestion republic. Political party in Indonestion have pass proces demokration adult in reach of civil socity.  Paradigm of politic in Indonetion can’t separated from factor supervision an balances in all domains civil socity, It is good, pirvate, public, economic, as well as state. The conclusion different with paradigm of politic pundit for example : Antonio Gramsci (1999) and  Alexis de Tocqueville (1945) that contend socity movement must be outside and confront with state. Kecenderungan menguat dan melemahnya ranah privat, publik, negara, dan ekonomi bagi demokratisasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam politik suatu negara. Temuan penulis, meminjam kasus Partai Politik Gerindra, bahwa Gerindra telah bersumbangsih untuk membentuk peradaban Indonesia dalam kancah politik praktisnya di Republik Indonesia ini. Partai politik di Indonesia sudah melewati proses pendewasaan demokratisasi dalam rangka mencapai masyarakat yang madani. Paradigma politik di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari faktor pengawasan dan keseimbangan (check and balances) di semua ranah masyarakat madani, baik itu privat, publik, ekonomi (pasar), maupun negara. Kesimpulan tersebut berbeda dengan paradigma politik cendekiawan seperti Antonio Gramsci (1999) dan Alexis de Tocqueville (1945), yang berpendapat bahwa gerakan masyarakat madani harus berada di luar dan berhadap-hadapan dengan negara.
 Keyword: Masyarakat Madani, partai politik, privat, publik, negara, pasar
Penulis: Abu Khaer
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd140290

Artikel Terkait :