BAHASA DAKWAH STRUKTURAL DAN KULTURAL DA’I DALAM PERSPEKTIF DRAMATURGI
Abstract: Semakin berkembang
bahasa suatu masyarakat, maka bahasa dakwah semestinya semakin fleksibel dan
dinamis agar mudah dipahami. Karena itu, pendakwah cerdas akan membaca secara
mendalam dan mendetail terhadap kebutuhan objek dakwahnya, baik disaat berada
dalam posisi struktural ataupun kultural. Melalui metodologi kualitatif,
tulisan ini akan mencoba mendeskripsikan tentang bahasa dakwah
struktural-kultural da’i dalam
perspektif dramaturgi. Melalui kajian tokoh da’i -Habib Hadi Zainal
Abidin al Habsyi- di kota Probolinggo Jawa Timur, penelitian ini menyimpulkan
bahwa bahasa dakwah Habib Hadi bin Muhammad al Habsyi dibidang organisasi
politik dan organisasi masyarakat disampaikan secara verbal dan nonverbal.
Pesan verbal dengan bahasa-bahasa dakwah berupa perkataan yang baik (Qoulun
Ma’rufun) dan perkataan yang benar (Qoulun Sadidun). Sedangkan pesan nonverbal
disampaikan secara nonverbal visual berupa pesan proksemik dan pesan kinesik.
Sedangkan dakwah yang dilakukan melalui bidang seni, sosial-budaya melalui
bahasa verbal dengan perkataan yang sejuk dan lembut (Qoulun Layyinun) dan
perkataan yang benar (Qoulun Sadidun) serta perkataan yang baik (Qoulun
Ma’rufun).
Penulis: Farhan
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd140293