ANTARA KETAATAN BERAGAMA DAN TOLERANSI SOSIAL: MEMBACA PEMIKIRAN GURU MARZUKI MUARA DI BETAWI TENTANG KAFIR (1877-1934)
Abstrak: Tulisan ini
menyajikan karya dan pemikiran dari seorang ulama Jakarta atau Betawi dari
akhir abad ke-19 dan awal ke-20, yakni Guru Marzuki. Tulisan ini berfokus pada
pemikiran teologi atau kalam dengan pembahasan khusus pada masalah penilaian
kafir, sebuah isu yang masih relevan sekarang. Sumber-sumber yang digunakan
dalam tulisan ini adalah karya-karya Guru Marzuki, wawancara, dan sumber lain
yang relevan dengan konteks kehidupan Guru Marzuki. Dari sisi aliran teologi,
Guru Marzuki mengikuti mazhab ‘Asy‘ari. Dari karya-karyanya di bidang teologi,
terungkap bahwa Guru Marzuki berdiri di antara ‘disiplin dalam beragama’ dengan
toleransi kepada sesama Muslim. Secara individual, Guru Marzuki menekankan
‘kedisiplinan’ dalam akidah dan ibadah. Namun, dalam konteks relasi sosial
sesama Muslim Guru Marzuki mengedepankan toleransi, terbukti dari pandangan
yang hati-hati dalam memberi penilaian kafir. Pengungkapan pemikiran Guru
Marzuki dapat menyumbangkan khazanah intelektual mengenai persoalan kafir yang
hingga kini menjadi isu yang selalu muncul di Indonesia. Pemikiran Guru Marzuki
memberikan kontribusi bagi sejarah pemikiran Islam moderat di Indonesia.
Penulis: Agus Iswanto
Kode Jurnal: jpantropologidd160059