PERAN STRUKTUR CORPORATE GOVERNANCE DALAM TINGKAT KEPATUHAN PENGUNGKAPAN WAJIB PERIODE SETELAH KONVERGENSI IFRS (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat kepatuhan pengungkapan wajib periode setelah konvergensi IFRS pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Peneliti juga menguji pengaruh mekanisme corporate governance pada tingkat kepatuhan pengungkapan wajib. Mekanisme corporate governance diukur dengan jumlah anggota dewan komisaris, kepemilikan manajerial, proporsi komisaris independen, latarbelakang komisaris utama, proporsi komisaris wanita, dan jumlah anggota komite audit. Pengumpulan data menggunakan metodepurposive sampling pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012 dan 2013. Sampel yang digunakan adalah 36 perusahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel mekanisme corporate governance memengaruhi tingkat kepatuhandengan konvergensi pengungkapan mandatory IFRS adalah jumlah komisaris independen dan jumlah anggota komie audit. Variabel kepemilikan manajerial, proporsi komisaris independen, latar belakang komisaris, dan proporsi komisaris wanita tidak berpengaruhterhadap tingkat kepatuhan pengungkapan wajib periode setelah konvergensi IFRS.
Kata Kunci: mekanisme corporate governance; tingkat kepatuhan pengungkapan wajib periode setelah konvergensi IFRS; perusahaan manufaktur
Penulis: Barbara Gunawan, Eka Riana Hendrawati
Kode Jurnal: jpakuntansidd160731

Artikel Terkait :