Menakar Rasionalitas dalam Proses Pengukuran Kinerja dan Pengalokasian Sumberdaya Organisasi Sektor Publik

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran aspek rasional (kognitif) dan aspek non-rasional (kekuatan politik) dalam pengambilan keputusan organisasi berbasis Balanced Scorecard (BSC) terkait pengukuran kinerja dan alokasi sumber daya pada ranah sektor publik. Studi eksperimental kemudian dilakukan dengan melibatkan 70 mahasiswa Akuntansi jenjang strata-1 pada sebuah universitas publik terkemuka di Provinsi Bali. Partisipan diminta berperan sebagai seorang auditor pemerintah dengan tugasuntuk mengevaluasi kinerja dua dinas pada suatu pemerintah daerah fiktif di Indonesia. Partisipan selanjutnya membuat rekomendasi terkait besaran bonus tambahan yang harus dialokasikan kepada kedua dinas yang telah dievaluasi kinerjanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kognitif memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan evaluasi kinerja, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan alokasi sumber daya. Sementara itu, kekuatan politik terindikasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan alokasi sumber daya, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan evaluasi kinerja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa proses pengukurankinerja pada organisasi sektor publik lebih rasional dibandingkan dengan keputusan alokasi sumber daya.
Kata Kunci: Balanced Scorecard (BSC); pengukuran kinerja; alokasi sumberdaya; aspek kognitif; kekuatan politik
Penulis: I Putu Julianto, Made Aristia Prayudi
Kode Jurnal: jpakuntansidd160736

Artikel Terkait :