ANALISIS PENERAPAN PSAK NO. 45 (REVISI 2011) TENTANG PELAPORAN KEUANGAN ENTITAS NIRLABA PADA YAYASAN LEMBAGA KONSUMEN INDONESIA (YLKI)
ABSTRAK: Yayasan merupakan
salah satu bentuk badan hukum dari entitas nirlaba yang bertujuan memberikan
pelayanan publik tanpa mencari keuntungan dalam menjalankan aktivitasnya.
Yayasan seringkali disalahgunakan fungsinya untuk tujuan memperkaya para
Pendiri, Pengurus, dan Pengawas. Untuk meminimalisasi penyalahgunaan tersebut,
dalam rangka penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, yayasan wajib
mempublikasikan laporan keuangannya sesuai dengan SAK yang berlaku di
Indonesia, yaitu PSAK No. 45 (Revisi 2011). Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menganalisis pelaporan keuangan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia sesuai
dengan PSAK No. 45 (Revisi 2011). Dalam penelitian ini, penulis melakukan
analisis data dengan cara mengumpulkan data, menginterpretasikan, dan
menganalisisnya sehingga menghasilkan kesimpulan mengenai gambaran sebenarnya,
kemudian membandingkannya dengan PSAK No. 45 (Revisi 2011). Berdasarkan
analisis dan evaluasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1) Dalam laporan
posisi keuangan YLKI, tidak ada pemisahan antara liabilitas lancar dan
liabilitas jangka panjang, serta adanya ketidaksesuaian penggunaan istilah
“aktiva bersih” dan “aset bersih’ yang seharusnya disajikan dengan istilah
“aset neto”. (2) Dalam laporan aktivitas YLKI, terdapat ketidaksesuaian
penggunaan istilah “aktiva bersih” dan “aset bersih” yang seharusnya disajikan
dengan istilah “aset neto”. (3) Dalam laporan arus kas YLKI masih terdapat
ketidaksesuaian penggunaan istilah “arus kas bersih” yang seharusnya disajikan
dengan istilah “arus kas neto”. (4) Catatan atas laporan keuangan YLKI telah
sesuai dengan PSAK No. 45 (Revisi 2011).
Penulis: Regina Amalia Bumulo,
Grace B. Mogi, Harijanto Sabijono
Kode Jurnal: jpakuntansidd141268