Tingkat Pengetahuan Berhubungan dengan Sikap Cuci Tangan Bersih Pakai Sabun Sebelum dan Setelah Makan pada Siswa SD N Ngebel Tamantirta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Abstrak: Tangan adalah media utama bagi penularan kuman-kuman penyebab penyakit. Akibat kurangnya kebiasaan cuci tangan, anak-anak merupakan penderita tertinggi dari penyakit diare dan penyakit pernafasan, hingga tidak jarang berujung pada kematian. Sabun telah sampai hampir ke seluruh rumah di Indonesia, namun hanya sekitar 3% yang menggunakan sabun setiap tahun. Rata-rata 100.000 anak di Indonesia meninggal dunia karena diare, sebagian besar menimpa kelompok usia 5-14 tahun. Angka kematian anak di Indonesia mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian tersebut hampir 19% disebabkan karena diare. Perilaku masyarakat Indonesia terhadap 5 waktu penting cuci tangan pakai sabun (CTPS) dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kondisi seperti ini terbukti pada siswa SDN Ngebel Tamantirta Kasihan Bantul Yogyakarta. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antar tingkat pengetahuan anak dengan sikap cuci tangan bersih pakai sabun sebelum dan sesudah makan di SD N Ngebel Tamantirta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini bersifat inferensial dengan pendekatan cross-sectional. Responden adalah seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN Ngebel Tamantirta Kasihan Bantul Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 96orang. Data diambil menggunakan kuesioner. Kesimpulan penelitian ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap cusi tangan sebelum dan sesudah makan pada siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN Ngebel Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Kata Kunci: cuci tangan bersih pakai sabun, pengetahuan
Penulis: Khoiruddin, Kirnantoro, Sutanta
Kode Jurnal: jpkebidanandd150362

Artikel Terkait :