Perbedaan Kekuatan Genggam Berdasarkan Status Gizi pada Pasien DM Tipe 2
Abstrak: Diabetes melitus (DM)
merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Kondisi malnutrisi dapat terjadi
pada pasien DM. Malnutrisi menyebabkan kelainan sensorimotor dan pengecilan
otot yang bervariasi pada tiap tahapannya. Penilaian penurunan kekuatan genggam
disarankan sebagai metode untuk mendeteksi kekurangan gizi di bidang klinik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekuatan genggam
berdasarkan status gizi IMT pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bersifat
observasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel adalah 153 pasien
DM tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam rawat jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Semua sampel diukur
kekuatan genggam menggunakan handgrip dynamometer dan untuk Indeks Massa Tubuh
(IMT) dengan penimbangan berat badan menggunakan timbangan digital dan
pengukuran tinggi badan menggunaan microtoise kemudian dimasukkan rumus IMT.
Analisis yang digunakan yaitu uji t independen untuk mengetahui perbedaan nilai
rerata kekuatan genggam, perhitungan koefisien korelasi Pearson untuk
mengetahui hubungan kekuatan genggam dengan IMT, dan model regresi linear untuk
prediksi skor dari karakteristik ke variabel kekuatan genggam. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pada 153 subjek memiliki rentang usia 38-68 tahun dengan
rata-rata 56±7,13 tahun. Terdapat perbedaan kekuatan genggam berdasar jenis
kelamin dan pekerjaan pada status gizi baik dan kurang, sedangkan perbedaan
kekuatan genggam berdasar pendidikan hanya pada status gizi baik. Nilai
kekuatan genggam antara status gizi kurang vs. status gizi baik = 22,28±9,69 kg
vs. 22,98±8,27 kg (p=0,807). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan
yang signifikan kekuatan genggam antara status gizi kurang dan status gizi baik
berdasarkan IMT pada pasien DM tipe 2.
Penulis: Banun Rohimah,
Sugiarto Sugiarto, Ari Probandari, Budiyanti Wiboworini
Kode Jurnal: jpkesmasdd160151