PENGARUH MENONTON TELEVISI DENGAN KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) PADA BALITA (STUDI DI GRAHA TUMBUH KEMBANG JOMBANG)
Abstract: Banyak orang tua
yang khawatir jika anaknya belum lancar bicara padahal dilihat dari segi usia
sudah lewat dibandingkan dengan anak-anak tetangga, temen-temennya,
saudara-saudaranya. Kenyataan tersebut pada akhirnya sering mengundang
pertanyaan yang diajukan kepada psikolog. Keterlambatan bicara dan bahasa ini
haruslah dideteksi dan ditangani sejak dini dengan metode yang tepat. Tujuan
penelitian mengetahui pengaruh menonton televise dengan keterlambatan bicara
(speech delay) pada balita di Graha Tumbuh Kembang Jombang. Jenis penelitian
analitik korelasional cross sectional, populasi adalah semua anak balita yang
mengalami keterlambatan bicara di Klinik Graha Tumbuh Kembang Jombang sejumlah
55 orang, dengan jumlah sampel 48 orang dengan tehnik Consecutive Sampling,
variabel independen menonton televisi,
variabel dependen keterlambatan bicara pada balita. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner dan lembar observasi, analisis data menggunakan uji mann
whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan televisi yang ditonton
oleh anak baik sejumlah 11(22,9%), cukup 14(29,2%), kurang sebanyak 23 orang
(47,9%) 23 (47,9%). Keterlambatan bicara sebagian 21 (43,8%) keterlambatan bicara sebagian besar keterlambatan total sebanyak
27 orang (56,2%). Hasil analisa uji mann whitney didapatkan ρ = 0,000 < 0,05
yang artinya ada hubungan tayangan
televisi dengan keterlambatan bicara. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa
menonton televisi mempengaruhi keterlambatan bicara.Lama waktu menonton
televise, pemilihan tayangan televisi yang tidak sesuai juga pendampingan orang
tua dalam menonon teevisi mempengaruhi keterlambatan bicara pada balita
Penulis: RULIATI, Indah SW
Indah SW
Kode Jurnal: jpkebidanandd150360