Optimasi Sabun Cair Ekstrak Etanol Rimpang Zingiber officinale Rosc. var.rubrum dengan Variasi Minyak Jarak dan Kalium Hidroksida
ABSTRAK: nPenyebab terjadinya
infeksi penyakit kulit adalah bakteri, seperti Staphylococcus aureus (S.aureus)
dan Staphylococcus epidermidis (S.epidermidis). Berdasarkan penelitian
sebelumnya jahe merah (zingiber officinale Rosc var.rubrum) memiliki aktivitas
antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi optimum
minyak jarak dan kalium hidroksida (KOH) dengan memiliki sifat fisikokimia yang
baik dengan metode Simplex Lattice Design, serta mengetahui efektivitas sabun
cair terhadap S. aureus dan S.epidermidis dengan metode disc diffusion.
Simplisia diekstraksi menggunakan sokletasi dengan pelarut etanol 96%.
Perancangan formula optimum sabun cair menggunakan metode Simplex Lattice
Design. Rancangan formula awal untuk memprediksi formula optimum terdiri dari 5
formula dengan perbandingan minyak jarak dan KOH (0:100), (25:75), (50:50),
(75:25), (100:0). Berdasarkan pengujian aktivitas zat aktif diperoleh
konsentrasi optimum yaitu 5%. Rancangan formula sabun cair optimum terdiri dari
40,035 g minyak jarak dan 10,875 g KOH. Sabun cair optimum berwarna coklat, bau
khas jahe, cairan kental, dengan nilai pH 9,4, viskositas 1233 cP, asam lemak
bebas 1,14% dan alkali bebas 0%. Uji T independent dengan program R-2141
menghasilkan nilai p>0,05 terhadap S. epidermidis dan p<0,05 terhadap
S.aureus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa metode Simplex Lattice Design
dapat menghasilkan formula sabun cair yang optimum dan memiliki efektivitas
sebagai antibakteri.
Penulis: Nanda Paramita, Andhi
Fahrurroji, Bambang Wijianto
Kode Jurnal: jpfarmasidd140409