Ketersediaan dan Keragaman Pangan serta Tingkat Ekonomi sebagai Prediktor Status Gizi Balita
Abstract: Penyebab tidak
langsung dari masalah gizi balita adalah ketersediaan pangan dan keragamannya.
Ketersediaan dan keragaman pangan ini tidak terlepas dari tingkat sosial
ekonomi keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
dari keragaman pangan, ketersediaan pangan, dan tingkat ekonomi dengan status
gizi balita di Kota Malang. Penelitian cross-sectional dengan metode multistage
sampling pada 57 kelurahan di kota Malang dilakukan pada 115 keluarga yang
mempunyai balita pada tahun 2014. Keragaman pangan tingkat rumah tangga diukur
dengan kuesioner Household Dietary Diversity Score (HDDS), ketersediaan pangan
rumah tangga dengan Household 7-days-food record, tingkat ekonomi dengan
indikator jenis dan total pendapatan, persen pengeluaran untuk pangan (%PP)
serta status gizi balita dengan indikator z-skor BB/TB, BB/U, dan TB/U.
Analisis dilakukan dengan uji korelasi Spearmann/Pearson dan Fisher’s
exact. Rata-rata usia balita adalah
24,22 ± 15,74 bulan terdiri dari laki-laki 61 (53%) dan 54 (47%) perempuan.
Prevalensi balita kurus 12,17%, pendek 26,09%, dan berat badan kurang 11,3%.
Median HDDS adalah 9 dengan ketersediaan energi/kapita/hari sebesar 983,28
(631,58; 2210,97) kkal/kapita/hari. Rata-rata total pendapatan per rumah tangga
adalah Rp.1.176.576±1,94 dan Rp.374.47±1,9 per kapita. Adapun %PP sebesar 59,13±1,8%. Terdapat hubungan negatif
antara z-skor BB/TB dan HDDS dengan dengan %PP (p=0.042, r=-0.19 dan p=0,002
dan r=-0,29) serta hubungan positif antara HDDS dengan jumlah pendapatan
(p<0,001 dan r=0,378). Z-skor BB/TB juga mempunyai hubungan dengan jenis
pendapatan (p<0,05). Kesimpulannya bahwa ada hubungan antara keragaman
pangan dan pendapatan (jumlah dan jenis) dengan Z-skor BB/TB sehingga hal ini
dapat digunakan sebagai prediktor status gizi.
Penulis: Nia Novita Wirawan,
Widya Rahmawati
Kode Jurnal: jpkesmasdd160159