Karakteristik dan Pengobatan Pasien Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Panglima Sebaya Paser

Abstract: Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar, setiap tahunnya jumlah pasiennya terus meningkat. DM dapat menyebabkan komplikasi kronik, akan menurunkan kualitas sumber daya manusia.  Interaksi obat terjadi jika efek suatu obat berubah akibat adanya obat lain, makanan, atau minuman. Terapi pengobatan yang baik dan benar terkait pemilihan dan pemberian obat sangat menguntungkan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe dan prevalensi penyakit DM, karakteristik, dan penggunaan obat, serta potensi interaksi obat pada terapi penyakit DM. Penelitian dilakukan secara observasional menggunakan data retrospektif rekam medik seluruh pasien DM di Rumah Sakit Panglima Sebaya Paser tahun 2013. Kemudian diambil secara acak data 30 pasien untuk dianalisis lebih lanjut.  Tipe DM yang terbanyak adalah DM tipe 2 sebanyak 1.148 pasien, dengan karakteristik terbanyak adalah pasien berusia ≥45 tahun (76,66%), berjenis kelamin wanita (66,64%), berpendidikan Sekolah Dasar (34,6%), dan tidak bekerja (86,9%), serta memiliki sejarah keluarga pengidap DM (55,6%). Obat yang paling banyak digunakan pada terapi DM adalah Metformin (32,5%) dari golongan biguanid. Interaksi obat yang paling banyak terjadi yaitu Insulin dengan captopril  (46%).
Kata kunci: Diabetes mellitus, karakteristik pasien, penggunaan obat, interaksi obat
Penulis: Ade Purnama Septiani, Rolan Rusli, Laode Rijai
Kode Jurnal: jpfarmasidd140416

Artikel Terkait :