HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT BESI DAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI DI SMP N 5 KOTA MANADO

ABSTRAK: Anemia merupakan salah satu masalah gizi mikro yang cukup serius dengan prevalensi tertinggi dialami oleh Indonesia. Salah satu golongan yang rawan gizi adalah remaja. Remaja sangat rawan terkena anemia dibandingkan anak-anak dan usia dewasa, karena remaja berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan sehingga lebih banyak membutuhkan zat gizi mikro dan zat gizi makro (Gibney, 2009). Anemia gizi masih merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia (disamping tiga masalah gizi) lainnya, yaitu: kurang kalori protein, defisiensi vitamin A dan gondok endemik). Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional atau disebut juga studi potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII dan IX SMP Negeri 5 Manado yang berjumlah 287 siswi. Asupan zat besi pada siswi yang menjadi responden dalam penelitian ini paling rendah adalah 17,5 mg dan asupan tertinggi sebesar 28,5 mg dengan nilai rata-rata adalah 23,7 mg. Asupan protein pada siswi yang menjadi responden dalam penelitian ini paling rendah adalah 26,9 g dan asupan tertinggi sebesar 81,5 g dengan nilai rata-rata adalah 59,7 g. Kadar hemoglobin siswi terendah adalah 4,5 µg/mL, dengan angka tertinggi yaitu sebesar 17,4 µg/mL dan rata-rata 13,60 µg/mL.
Kata kunci: asupan zat besi, asupan protein, anemia
Penulis: Sendy Seflin Assa
Kode Jurnal: jpfarmasidd160056

Artikel Terkait :