AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI AKAR SINGAWALANG (Petiveria alliacea L. ) TERHADAP JAMUR PENYEBAB KETOMBE DENGAN METODE BROTH MICRODILUTION
ABSTRAK: Ketombe adalah suatu
keadaan anomali pada kulit kepala disebabkan jamur Pityrosporum ovale dalam
jumlah diatas normal. Selama ini antijamur yang digunakan adalah ketokonazol. Selain
itu, senyawa sulfur juga diketahui aktif terhadap jamur. Salah satu tanaman
yang telah diteliti mengandung senyawa polisulfida adalah tanaman singawalang
(Petiveria alliacea L.). Penelitian aktivitasnya terhadap Pityrosporum ovale
dilakukan dengan Broth Microdilutionsesuai standar Clinical and Laboratory
Standard Institute (CLSI). Konsentrasi Hambat Minumum (KHM) terkecil ada pada
ekstrak dan fraksi n-heksan, yaitu 16 µg/mL, seperempat dari aktivitas
ketokonazol. Konsentrasi Fungisidal Minimum (KFM) terkecil ekstrak adalah 64µg/mL,
dan pada fraksi n-heksan ekstrak etanol akar singawalang dengan konsentrasi 128
µg/mL. Diduga aktivitas antijamur lebih kuat pada ekstrak karena adanya
kombinasi aktivitas beberapa senyawa polisulfida yang bekerja sinergis.
Penulis: Niken Indriyanti, I
Ketut Adnyana dan Elin Yulinah Sukandar
Kode Jurnal: jpfarmasidd130272