PENGGUNAAN INDEKS KONDISI KERANG HIJAU (Perna viridis) SEBAGAI BIOMARKER UNTUK MENDETEKSI PENGARUH PENGASAMAN LAUT TERHADAP TOKSISITAS LOGAM PB
ABSTRACT: Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis kemampuan indeks kondisi kerang hijau (Perna
viridis) dalam mendeteksi pengaruh pengasaman laut terhadap toksisitas logam
Pb. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penangkaran dan Rehabilitasi
Ekosistem Laut Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin. Rancangan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan faktorial. Kerang hijau
dengan ukuran panjang 5-6 cm diberi perlakuan dengan paparan konsentrasi logam
Pb 0 mg/l (kontrol), 0,008 mg/l, 0,08 mg/l dan 0,8 mg/l, pada kondisi pH (level
asidifikasi) air media hidup yaitu 6,2, 7,7, 8,2. Pemaparan dilakukan selama 96
jam. Pengukuran indeks kondisi dilakukan dengan mengukur panjang, tinggi,
lebar, berat daging kering, dan volume ruang internal cangkang. Nilai indeks
kondisi dianalisis dengan analisis varian desain faktorial. Hasil analisis menunjukkan
terdapat pengaruh signifikan konsentrasi logam Pb terhadap penurunan nilai
indeks kondisi kerang (p<0.05). Pengaruh logam Pb terjadi pada CI 1, CI 3
dan CI 4. Meskipun perlakuan pH tidak menunjukkan pengaruhnya terhadap indeks
kondisi, tetapi secara statistik diketahui bahwa terdapat interaksi antara pH
dan Pb dalam memengaruhi indeks kondisi C1 dan C3 (p<0,05). Hal ini
menunjukkan perlakuan pH memunyai peran dalam toksisitas logam Pb terhadap
penurunan nilai indeks kondisi kerang hijau.
Penulis: Khusnul Yaqin, Arnold Kabangnga
Kode Jurnal: jpperikanandd150177