PENGARUH EKSTRAK MINYAK CUMI PADA UMPAN BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU DAN RAJUNGAN DI PERAIRAN MALISE KECAMATAN TABUKAN TENGAH
ABSTRAK: Kepiting bakau
(Scylla serrata) dan rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditi hasil
laut ekonomis penting yang dihasilkan dari perairan pantai Kabupaten Kepulauan
Sangihe. Tetapi komoditi hasil laut tersebut biasanya hanya tertangkap tanpa
sengaja (by catch) dengan jaring insang dasar. Sebenarnya telah ada alat
tangkap bubu khusus untuk kepiting bakau dan rajungan, tetapi belum dikenal
oleh nelayan lokal. Pemberian ekstrak minyak cumi pada umpan, diduga dapat
meningkatkan kemampuan tangkap dari bubu kepiting bakau dan rajungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ekstrak minyak cumi pada
umpan bubu terhadap hasil tangkapan kepiting bakau dan rajungan, dan
mengidentifikasi jenis-jenis biota yang tertangkap. Penelitian ini dilakukan di
perairan Malise Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe; selama 2
minggu pada bulan September 2015; yang didasarkan pada metode eksperimental.
Enam unit bubu dioperasikan selama sepuluh trip untuk mengumpulkan data; di
mana tiga unit menggunakan umpan ikan layang yang disuntikan ekstrak minyak
cumi, dan tiga unit lainnya hanya menggunakan umpan ikan laying tanpa ekstrak;
dan data dianalisis dengan uji t. Tangkapan total berjumlah 142 ekor (135 ekor
kepiting bakau dan 7 ekor rajungan); di mana 86 ekor tertangkap dengan umpan
layang yang diberi ekstrak minyak cumi, dan 56 ekor tertangkap dengan umpan
tanpa ekstrak. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak minyak cumi
pada umpan bubu, memberikan hasil tangkapan yang sangat berbeda dibandingkan
dengan umpan tanpa ekstrak minyak cumi.
Penulis: Maichel Arvan
Pananggung, Ivor L. Labaro, Emil Reppie
Kode Jurnal: jpperikanandd160082