KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN SOMA DARAPE DI PERAIRAN PANTAI DESA BAJO KECAMATAN TATAPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN

ABSTRAK: Soma darape merupakan alat tangkap jaring tradisional yang masih dioperasikan di Teluk Amurang karena konstruksinya sederhana, relatif murah dan mudah dioperasikan dengan perahu ukuran kecil. Tetapi kadang-kadang pengoperasiannya dilakukan dengan cara-cara yang bersifat merusak sumberdaya ikan dan lingkungan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mempelajari jenis dan komposisi hasil tangkapan soma darape; serta menilai ukuran legal hasil tangkapan. Penelitian ini dilakukan di perairan pantai dekat mangrove Desa Bajo, Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan pada bulan Juni 2015; yang didasarkan pada metode deskriptif. Hasil tangkapan terdiri dari 19 spesies, dan spesies yang dominan (≥ 20 ekor) secara berturut-turut adalah ikan Scatophagus argus (42 ekor), Tylosurus crocodiles (33 ekor), Carangoides ferdau (27 ekor), Scylla serrata (26 ekor), Leiognathus smithursti (21 ekor) dan Terapon jarbua (20 ekor). Hanya 6 spesies yang memiliki ukuran legal tangkap, yaitu Terapon Jarbua (1 ekor), Scatophagus argus (18 ekor), Siganus canaliculatus (3 ekor), Lutjanus fulvus (5 ekor), Sillago analis (16 ekor) dan Scylla serrata (1 ekor). Secara total hasil tangkapan, hanya 17,89% yang layak tangkap dan 82,11% tidak layak tangkap.
Kata-kata kunci: soma darape, jaring insang, komposisi tangkapan, Teluk Amurang
Penulis: Jersey R. Cumentas, Lefrand Manoppo, Johnny Budiman
Kode Jurnal: jpperikanandd160081

Artikel Terkait :