ANALISIS KELAYAKAN BIOTEKNIK DALAM PENGEMBANGAN BUDIDAYA TAMBAK PADA LAHAN MARJINAL (STUDY KASUS DESA WIRINGTASI, TASIWALIE, DAN LOTANGSALO) KECAMATAN SUPPA, KABUPATEN PINRANG, SULAWESI SELATAN
ABSTRACT: Tidak dapat
dipungkiri bahwa usaha budidaya udang intensif merupakan kegiatan ekonomi di
kawasan pesisir yang sangat produktif dalam peningkatan kesejahteraan
masyarakat, PAD dan devisa negara, namun legitimasi keberlanjutan sangat
ditentukan oleh dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Penelitian ini
bertujuan untuk : (1) melakukan analisa kelayakan dalam pengembangan budidaya
tambak pada lahan marjinal; (2) menetapkan kesesuaian pengembangan teknologi
tradisional, semi-intensif, dan intensif pada lahan tambak marjinal. Pengamatan
data primer berupa pengukuran dan pengamatan kesesuaian bioteknik aspek
saranaprasarana, dan data sekunder berupa hasil penelitian dan data-data dari
beberapa instansi yang terkait.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis
kelayakan bioteknik dalam pengembangan budidaya tambak pada lahan marjinal
dilokasi penelitian pada musim hujan untuk metode tradisional adalah seluas
79,9 Ha, untuk metode semi-intensif seluas 356,31 Ha, dan untuk metode intensif
adalah seluas 365,03 Ha. Sedangkan pengembangan pada musim kemarau untuk metode
tradisional adalah seluas 43,12 Ha, untuk pengembangan metode semi-intensif
adalah seluas 282,7 Ha dan untuk pengembangan metode intensif adalah seluas
475,4 Ha.
Penulis: Asbar, Muh. Hattah
Fattah, dan Muh. Arsyad Djamal
Kode Jurnal: jpperikanandd150175