RELASI BENTUK DAN DIMENSI TAPAK DENGAN REGULASI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTERISTIK FISIK KORIDOR KOMERSIAL (STUDI KASUS KORIDOR KOMERSIAL SERPONG-TANGERANG)
ABSTRACT: Latar belakang
penelitian berawal dari gejala yang terjadi dalam pengembangan kawasan
permukiman baru di sekitar Jabodetabek yang direncanakan sebagai kota mandiri.
Penyelenggaraan pembangunan kawasan permukiman oleh beberapa pengembang yang
tidak terintegrasi, cenderung mengakibatkan terjadinya ruang-ruang yang tidak
terhubung dengan baik. Jalur penghubung antara kawasan pengembangan yang
digunakan sebagai akses baik utama maupun alternatif, bertumbuh menjadi koridor
komersial yang menunjukkan. Regulasi rinci untuk pengendalian koridor baru
tersusun dan diberlakukan setelah koridor komersial terbentuk tanpa
perencanaan. Hal ini berbeda dengan kawasan permukiman baru yang akses utamanya
bersinggungan dan memanfaatkan koridor. Akses kawasan permukiman baru ini
dibangun berdasarkan tatanan dan regulasi yang disusun oleh pengembang sebagai
bagian dari rencana induk kawasan yang terencana dengan baik. Persinggungan
antara ruang yang terencana dan tidak terencana di sepanjang koridor komersial
cenderung memperlihatkan gejala ketidakteraturan. Bentuk fisik dari massa
bangunan membentuk suatu karakteristik tertentu sebagai hasil dari konfigurasi
dimensi tapak, regulasi yang berlaku dan adanya pengembangan kawasan permukiman
baru. Penelitian ini bertujuan menemukenali pembentukan legibility koridor
penghubung antar kawasan permukiman terencana dan relasinya dengan regulasi
yang berlaku serta lokasinya terhadap kawasan baru. Metode penelitian dilakukan
dengan melakukan simulasi penerapan regulasi pada koridor dan diaplikasikan
pada tapak berdasarkan data empiris di lapangan. Proses simulasi dibantu dengan
pemanfaatan teknologi komputasi algoritma dengan pendekatan parametris.
Penulis: Rumiati Rosaline
Tobing, Julia Dewi, Uras Siahaan
Kode Jurnal: jptindustridd150307