REKONSTRUKSI MUSHOLLA BAMBU BAGI KOMUNITAS P4S TANI MANDIRI DESA CIBODAS, KAB. BANDUNG
ABSTRACT: Pada tahun 2014,
melalui program pengabdian masyarakat, Program Studi merancang dan membangun
sebuah musholla bambu yang berada di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya
(P4S) Tani Mandiri di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung.
Dampak pembangunan musholla ini terhadap masyarakat sangatlah positif, musholla
tersebut bukan hanya dipakai oleh masyarakat petani dibawah P4S Tani Mandiri
saja, namun digunakan oleh masyarakat sekitar.
Pada awal tahun 2015 terjadi masalah dengan bangunan musholla bambu
tersebut, yaitu terserang oleh kutu bubuk. Kutu bubuk merupakan permasalahan
umum yang terjadi pada bangunan bambu. Permasalahan kutu bubuk ini disebabkan
karena proses pengawetan dan juga bahan pengawetnya yang tidak tepat guna .
Observasi dilakukan oleh tim pengabdi untuk melihat dampak buruk dan solusi
yang harus diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban kami. Kutu bubuk telah
menyerang bambu yang menjadi struktur utama bangunan ini dan menyebabkan
deformasi. Sehingga tim pengabdi memutuskan untuk melakukan rekonstruksi
musholla ini.
Dalam proses rekonstruksi ini, tim pengabdi memastikan proses preservasi
material bambu dengan tepat, yaitu pemilihan material bambu yang tepat untuk
material konstruksi, pengawetan bambu yang lebih tepat guna, pengeringan bambu
dengan baik, perbaikan proses konstruksi elemen strukturalnya. Pelaksanaan
kegiatan rekonstruksi ini terbagi atas 8 tahap, yaitu : tahap persiapan
material bambu , tahap pengawetan (perendaman), tahap pengeringan , tahap
perangkaian elemen struktur , tahap pembongkaran, tahap rekonstruksi elemen struktural,
tahap rekonstruksi atap dan fasade serta tahap perawatan
Dampak positif dari kegiatan pengabdian ini terhadap mitra selain
ketersediaan sarana yang diperlukan mitra, yaitu up-dating ilmu pengetahuan dan
teknologi mengenai pengawetan, penggunaan bilah bambu sebagai material struktur
dengan bentuk kekinian serta perawatan. Sedangkan dampak positif bagi akademisi
adalah peningkatan atensi komunitas akademik terhadap kelompok masyarakat kecil
serta peningkatan kegiatan pengembangan ilmu, teknologi dan seni di program
studi. Selain itu, dampak bagi mahasiswa arsitektur adalah pengembangan softskills
dan hardskills.
Penulis: Anastasia Maurina,
Budianastas Budianastas, Irma Soebagio, Yenny Gunawan, Franseno franseno, Bobby
Henatta
Kode Jurnal: jptindustridd150302