RANCANG BANGUN MODEL LEAN PRODUCTIVITY DENGAN PENDEKATAN OBJECTIVE MATRIX - VALUE STREAM MAPPING - ECRS (STUDI KASUS: PT. X)

ABSTRAK: Original  Equipment  Manufacturers  (OEM)  merupakan  model  bisnis  untuk  menggunakan pihak  ketiga  sebagai  subkontraktor  atau  pemasok  bagian-bagian  tertentu  dalam  rangka  integrasi produk akhir. Pemasok OEM platform dibagi beberapa tingkatan. Pemasok tingkatan 1 (tier 1) adalah pemasok yang terbesar, tier 1 memproduksi barang yang penting untuk perusahaan OEM. Perusahaan OEM 1st tier tidak terlepas dari waste yang ada di perusahaan itu sendiri. Studi kasus dilakukan pada perusahaan manufaktur OEM supplier tier 1 yang  memproduksi brake untuk kendaraan roda 2 (two wheels).  Besarnya  kuantitas  permintaan  dari  produsen  sepeda  motor  (OEM)  dan  varian  modelnya, serta  masih  terdapat  loss  genba  (waste)  di  shop-floor,  dan  adanya  cost  reduction  yearly  dari perusahaan  OEM.  Maka,  perlu  dibuat  sebuah  model  atau  sistem  untuk  meningkatkan  kinerja perusahaan.  Model  yang  dibuat  berdasarkan  prinsip  lean  yang  bertujuan  untuk  mengurangi  atau menghilangkan waste pada proses manufaktur dengan tools Objective Matrix (OMAX), Value Stream Mapping  (VSM),  Eliminate-Combine-Rearrange-Simplify  (ECRS)  dimana  goal  akhir  adalah peningkatan  kinerja  (produktivitas)    perusahaan.  Part  yang  dipilih  untuk  improvement  adalah  line machining  master  cylinder  5P0,  dengan  nilai  produktivitas  dasar  OMAX  adalah  300.  Dilakukan analisa dengan VSM sebagai visualisasi waste yang terdapat pada shop-floor saat ini. Diperoleh waste yakni motion, over process dan waiting. Setelah dilakukan analisis waste yang ada, berikutnya adalah melakukan  perbaikan  menggunakan  pendekatan  ECRS.  Perbaikan  dilakukan  menggunakan pendekatan  ECRS.  Hasil  yang  diperoleh  gap  waktu  standar  sebelum  dan  sesudah  adalah  8.29  detik (atau  turun  sebesar  17%).  Perbaikan  yang  dilakukan  adalah  eliminate  proses  facing  machining, combine  tool  burrytori,  rearrange  penempatan  material,  simplify  penempatan  air  minum  di  line. ECRS  menunjukkan  hasil  menaikkan  nilai  produktivitas  di  bulan  berikutnya  sebesar  432,  959,  334, 770, 921, 959. Hasil lainnya adalah 4 bulan setelah aktivitas, line machining  untuk kebutuhan master cylinder  5P0  yang  sebelumnya  menggunakan  6  line  direduksi  menjadi  5  line  (reduksi  1  line).  Dari hasil  pengujian  T-test  terdapat  perbedaan  yang  signifikan  antara  nilai  produktivitas  dasar  terhadap nilai produktivitas setelah perbaikan.
Kata Kunci: OEM, Lean, VSM, ECRS, OMAX, Produktivitas
Penulis: Muhammad Ichsan Fajrianto, Tiena G. Amran, Nora Azmi
Kode Jurnal: jptindustridd150351

Artikel Terkait :