PERANCANGAN PENCAHAYAAN BUATAN DENGAN METODE LUMEN DI PT. XYZ
ABSTRACT: Pencahayaan yang
baik dan cukup di tempat kerja akan memudahkan pekerja melakukan seluruh
aktivitas tanpa terganggu serta mengurangi adanya keluhan kesehatan yang
diakibatkan oleh kurangnya pencahayaan dalam tempat kerja. Ruangan direktur PT.
XYZ memiliki kuat penerangan sebesar 105 lux yang mengakibatkan timbulnya
beberapa keluhan kelelahan pada beberapa karyawan seperti tulisan yang tidak
terlalu jelas terlihat, dan keluhan kelelahan mata seperti mata selalu terasa
mengantuk, mata yang sering dikucek, mata terasa tegang dan kaku. nilai
tersebut belum sesuai dengan ambang batas ketentuan yang berlaku pada KEPMENKES
NOMOR 1405/MENKES/SK/XI/2002 yang memberikan batas minimum sebesar 300 lux.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang perbaikan pencahayaan pada ruangan
direktur agar distribusi cahaya dapat merata keseluruh ruangan. Metode lumen
digunakan untuk menghitung jumlah lampu yang dibutuhkan serta memperhitungkan
jarak lampu yang baik dengan cara memperhitungkan distribusi intesitas cahaya
luminer, efisiensi, bentuk dan ukuran ruangan, pantulan permukaan, ketinggian
lampu dari bidang kerja, faktor-faktor kehilangan cahaya yang diakibatkan oleh
timbunan debu pada luminer, penyusutan lumen yang dikeluarkan oleh lampu. Hasil
penelitian didapatkan bahwa jumlah lampu yang dibutuhkan pada ruang direktur
PT. CPR adalah 5 buah dengan tipe fluorescent jenis TL electronic 45 watt
menghasilkan rata-rata intensitas cahaya sebesar 315 lux, dengan jarak maksimal
antara lampu adalah 2,55 meter. Setelah dilakukan perancangan perbaikan
pencahayaan keluhan kelelahan mata sudah berkurang sebanyak 70 % dari
sebelumnya
Penulis: Akhmad Rafsanjani,
Yayan Harry Yadi, Ade Sri Mariawati
Kode Jurnal: jptindustridd150409