PENGEMBANGAN TRAINER TROUBLE SHOOTING TELEVISI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR MEMPERBAIKI PENERIMA TELEVISI PADA KELAS XI TAV DI SMKN 1 TAMANAN BONDOWOSO
ABSTRAK: Trainer televisi
merupakan media pembelajaran yang tepat untuk kompetensi dasar memperbaiki
penerima televisi khusunya di SMK Negeri 1 Tamanan Bondowoso. Trainer televisi sebelumnya belum pernah dibuat untuk
itu perlu di buat trainer televisi yang lebih mudah serta dilengkapi dengan job
shet sehingga pemahaman terhadap materi pada kompetensi tersebut lebih mudah
dipahami dan proses mengajar lebih menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini
adalah (1) Untuk membuat trainer televisi, dengan sasaran akhir berupa
terbangunya sebuah trainer televisi sesuai dengan joobshet dalam melakukan
kegiatan pratikum, (2) Untuk mengetahui respon siswa tentang trainer televisi
apakah pembelajaran dengan menggunakan media trainer dan modul lebih menarik
dari pada pembelajaran tidak mengunakan media trainer.
Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D). Dan
dalam penelitian ini terdapat 7 (tujuh) tahapan yaitu : (1) tahap analisi
masalah, (2) tahap pengumpulan data, (3) tahap desain produk, (4) tahap validasi
desain, (5) tahap revisi desain, (6) tahap uji produk dan (7) tahap analisa dan
pelaporan. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dari hasil validasi
untuk mengetahui kelayakan media yang dihasilkan, serta hasil respon siswa
untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap media trainer dan jobsheet yang
dihasilkan.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa, hasil validasi
pada keseluruhan aspek yang terdapat di dalam media trainer dinyatakan layak
dengan rata-rata hasil rating sebesar 88,5%, dan rata-rata hasil rating
penilaian validasi terhadap jobsheet praktikum sebesar 82,86%, dinyatakan
layak. Respon siswa pada keseluruhan aspek yang terdapat di dalam media trainer
dan jobsheet dinilai mendapat respon/tanggapan positif dengan rata-rata hasil
rating respon siswa sebesar 91,07% yang dikategorikan baik. Kefektifan siswa
dalam melakukan praktikum dengan mengunakan trainer dan jobsheet diperoleh
hasil keefektifan sebesar 61,7% dengan waktu < 41 menit maka dapat
dikatagorikan efektif, dengan rincian kelompok 1 mendapat kefektifaan dengan
nilai rata-rata sebesar 75 % dengan waktu < 31 menit, maka dapat
dikatagorikan sangat efektif, kelompok 2 mendapat kefektifaan dengan nilai
rata-rata sebesar 67 % dengan waktu < 41 menit, maka dapat dikatagorikan
efektif, Kelompok 3 mendapat kefektifaan dengan nilai rata-rata sebesar 58,3 %
dengan waktu < 41 menit, maka dapat dikatagorikan sangat efektif
Penulis: Wito Efendi, Edy
Sulistiyo
Kode JUrnal: jptlisetrodd130654