Fuzzy AHP Non-Additive Pada Keputusan Pendirian Klinik Bersalin Daerah
Abstract: Tingginya jumlah
kematian ibu dan anak menempatkan Indonesia di rangking teratas kawasan Asia
Tenggara.Penelitian yang dilakukan untuk mengurangi jumlah angka kematian ibu
dan anak yaitu penyedian sarana dalam hal ini klinik bersalin disuatu daerah,
demi tercapainya Milenium Development Goals (MDGs) di tahun 2015.
Pengumpulan data yang mendukung penelitian ini, yaitu melakukan konsultasi dengan kepala Dinas Kesehatan
Sulawesi Selatan sehingga dihasilkan kriteria-kriteria terbaik dalam pendirian
klinik bersalin. Kriteria-kriteria tersebut disusun berdasarkan studi
literatur, observasi, dan wawacara.Selanjutnya kriteria tersebut diberi
penilaian perbandingan berpasangan dengan AHP untuk mencari bobot prior dengan
skala penilaian antara 1 – 9, sedangkan untuk mencari bobot informasional dan
upper excepted value menggunakan TFN (Triangular Fuzzy Number).
Hasil yang didapat dengan menggunakan Fuzzy AHP non-additive dalam
pendirian klinik bersalin menunjukkan bahwa kriteria prevalensi, penduduk,
kesakitan, petugas, dan sarana merupakan kriteria utama dalam pendirian klinik
besalin. Metode Fuzzy AHP non-additive didalam penilaian tingkat konsistensi
dilakukan pada setiap level struktur hirarki dan mampu mengakomodir ketidak konsistenan
dalam penilaian.
Kata Kunci: AHP (Analitycal
Hierarchy Process), non-additive, TFN (Triangular Fuzzy Number), upper excepted
value
Penulis: Awaluddin, Retantyo
Wardoyo
Kode Jurnal: jptinformatikadd110160