DIAGNOSIS GANGGUAN SISTEM URINARI PADA ANJING DAN KUCING MENGGUNAKAN VFI 5
Abstract: Sistem urinari hewan
dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu sistem urinari bagian atas dan sistem
urinari bagian bawah. Ginjal yang merupakan bagian dari sistem urinari memiliki
2 fungsi penting, yaitu filtrasi dan reabsorpsi. Dalam mendiagnosis penyakit
yang diderita hewan pada sistem urinarinya terdapat beberapa kendala. Pada
penelitian ini, dikembangkan model untuk mendiagnosis gangguan sistem urinari
pada anjing dan kucing dengan menggunakan algoritma VFI 5 berdasarkan gejala
klinis (terdapat 37 feature) dan pemeriksaan laboratorium (39 feature).
Percobaan dilakukan baik pada feature gejala klinis dan juga pada feature
pemeriksaan laboratorium. Hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa
akurasi rata-rata sebesar 77,38% untuk percobaan dengan feature gejala klinis,
dan 86,31% untuk percobaan dengan feature pemeriksaan laboratorium. Peningkatan
ini mengindikasikan bahwa dalam mendiagnosis penyakit dalam sistem urinari,
pemeriksaan laboratorium masih sangat dibutuhkan dalam menentukan hasil
diagnosis suatu penyakit.
Penulis: Agus Buono, Dhany
Nugraha Ramdhany, Aziz Kustiyo, Ekowati Handharyani
Kode Jurnal: jptkomputerdd090012