ANALISIS JUMLAH PRODUKSI DAN TOTAL COST PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (EPQ) DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)
ABSTRACT: Dalam sistem
manufaktur maupun non manufaktur, adanya persediaan merupakan faktor yang
memicu peningkatan biaya. Menetapkan jumlah persediaan yang terlalu berlebihan
akan mengakibatkan pemborosan biaya penyimpanan, sedangkan menetapkan jumlah
persediaan yang terlalu sedikit juga berakibat hilangnya kesempatan untuk
mendapatkan keuntungan apabila permintaan nyata melebihi permintaan yang
diperkirakan. Dalam sistem manufaktur khususnya Untuk sistem persediaaan yang
konvensional, masalah dalam persediaan dan pembeli di operasikan dengan cara
independen. Dalam mengelola persediaan yang dilakukan secara teradisional
dianggap sudah sangat tidak cocok jika dilihat dari sisi persaingan perusahaan
pada dewasa ini. Permasalahan yang dijelaskan di atas biasa terjadi hampir di
semua perusahaan manufaktur tidak terkecuali PD. X yang kini masih menggunakan
suatu model konvensional dalam mengendalikan suatu persediaan-nya dan biaya
yang harus dikeluarkan tinggi dengan mengetahui data tingkat produksi setiap
bulanya berjumlah 50.000 unit/bulan dan dengan total biaya sebesar Rp
10.750.416.7 perbulan. Didapat hasil pengolahan data dan analisa, maka dapat
disimpulkan sebagai berikut Nilai ukuran
kuantitas produksi optimal dan total cost yang diperoleh dengan menggunakan
metode Economic Production Quantity (EPQ) adalah sebesar 43.657 unit perbulan,
sedangkan untuk total cost-nya adalah Rp
7.176.177,3 perbulan.sedangkan Nilai ukuran kuantitas produksi optimal dan
total cost yang diperoleh dengan menggunakan metode Economic Order Quantity
(EOQ) adalah sebesar 40.870 unit
perbulan, sedangkan untuk total cost -nya adalah Rp 6.416.596,4 perbulan.
Penulis: Endang Mulyana, Evi
Febianti, Kulsum Kulsum
Kode Jurnal: jptindustridd150443