Uji Variasi Tekanan Nosel Terhadap Karakteristik Semprotan Bahan Bakar Biodiesel

Abstrak: Di  tengah  nenipisnya  ketersediaan  bahan  bakar  fosil,  membuat  para  peneliti  dari  berbagai negara sedang gencar mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui, salah satunya ialah biodiesel  dari  minyak  nyamplung.  Penggunaan  biodiesel  nyamplung  pada  mesin  diesel  masih mengalami  kendala,  karena  viskositas  dan  densitas  lebih  tinggi  daripada  minyak  solar  hal  tersebut mengakibatkan kinerja dari mesin diesel tidak optimal. Salah satu solusi mengatasi kendala tersebut diatas ialah dengan menambah tekanan pada injektor agar pengabutannya lebih halus, maka dilakukan pengujian pengaruh tekanan injektor/nosel terhadap karakteristik semprotan. Adapun variasi tekanan nosel 90 bar, 100 bar, 110 bar, 120 bar, dan 130 bar (range tekanan kerja nosel dari pabrik) dengan menggunakan  solar  (100%),  biodisel  nyamplung  100%  dan  biodisel  nyamplung  5  %  +  solar  95%. Karakteristik semprotan bahan bakar yang di uji adalah panjang tip penetrasi semprotan (L), kecepatan semprotan (v atau Uin), Sudut semprotan (Ɵ), dan distribusi besar butiran yang terbentuk pada masing – masing variasi tekanan. Dari pengujian yang telah dilakukan maka di dapatkan sebagai berikut, pada tekanan nosel 120 bar BD 5% memiliki karakteristik yang paling mendekati D 100% (solar) baik dari kecepatan semprotan, sudut semprotan maupun jumlah butirannya. 
Kata Kunci: Tekanan nosel, panjang semprotan, waktu semprotan, sudut semprotan, distribusi butiran
Penulis: I Wayan Suma Wibawa, I Gusti Bagus Wijaya Kusuma dan I Nyoman Budiarsa
Kode Jurnal: jptmesindd150153

Artikel Terkait :