TUNGKU HEMAT ENERGI DENGAN BERBAHAN BAKAR BRIKET AMPAS SAGU
Abstrak: Tungku adalah alat masak yang terbuat dari tanah liat, dan
bahan bakar yang digunakan adalah
kayu atau arang.
Lain halnya dengan
tungku ini yang
bahan bakarnya adalah briket
yang terbuat dari
limbah ampas sagu.
Briket ampas sagu
yang digunakan dalam penelitian
ini sebagai bahan
bakar mempunyai nilai
kalor 4120,0313 (kcal/kg) sampai dengan
4320,0727 (kcal/kg). Mendesain
tungku briket perlu
diperhatikan adalah 1). adanya
aliran udara (oksigen) dari lubang bawah menuju lubang atas dengan melewati ruang
bakar briket yang terdiri dari aliran udara primer dan sekunder 2). adanya saringan dan dudukan
briket yang dapat
menahan berat briket
3). ada ruang
bakar untuk briket yang
terletak dibawah 4). ada ruang
untuk menampung abu yang terletak
dibawah. Hasil pengujian pada tungku hemat energi ini, setelah dilakukan uji masak air
1 liter dan 1 kg bahan
bakar briket pada
panas yang stabil
dengan percobaan sebanyak
6 kali, diperoleh laju kecepatan
waktu yaitu (05.08;
05.16; 05.18; 04.45;
04.40; 04.45). Kemudian
pada pengujian kompor minyak
tanah dengan perlakuan
yang sama diperolah
laju kecepatan waktu yaitu
(05.58; 05.52; 05.49;
05.10; 05.30; 05.13;
05.28). Perbandingan efisiensi waktu memasak
air yang diperoleh
dari tungku dan
kompor jauh lebih
cepat tungku, karena panas
pada tungku tidak
banyak terbuang pada
dinding. Kemudian dari
segi efisiensi penggunaan bahan
bakar, jauh lebih
murah briket dibandingkan
minyak tanah, harga briket Rp.
5.000,- per kg dan harga minyak tanah non subsidi Rp. 13.000,- per liter. Harga minyak
tanah yang ada
dipengecer pangkalan tidak
merata baik dikota
maupun dipedalaman. Kemudian ditinjau
dari segi efisiensi
bahan untuk pembuatan
tungku jauh lebih murah
dibandingkan kompor minyak
tanah, harga tungku
dipasaran Rp. 75.000,- sedangkan kompor hock Rp. 300.000,-.
Penulis: Agustinu, La Ode Musa
Kode Jurnal: jptmesindd140435