PENGARUH VARIASI ARAH SUSUNAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA
ABSTRACT: Serat sabut kelapa
merupakan salah satu material serat alami atau biokomposit yang bersifat
organik yang memiliki banyak kegunaan dan sangat mudah didapatkan di
Indonesia.Penggunaan material serat sabut kelapa masih dalam kategori limbah
yang belum banyak dimanfaatkan oleh skala industri sehingga perlu adanya pemanfaatan
fiber berpenguat serat alami. Pemanfaatan serat alami tersebut dilakukan dengan
pembuatan komposit melalui pencampuran antara resin polyester Yukalac® 157
BQTN-EX,serat sabut kelapa, dan katalis MEKPO (methyl ethyl keton peroxide).
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh arah penyusunan serat terhadap
sifat mekanik (kuat tarik, dan kuat lentur) komposit serat sabut kelapa, dan
mengetahui kemungkinan serat sabut kelapa sebagai bahan pengisi komposit
digunakan untuk pembuatan material kapal. Pada penelitian ini dilakukan
pembuatan komposit jenis lamina dengan melihat variasi arah serat sabut kelapa
sejajar 0˚, 0˚, sejajar 0˚, 45˚, sejajar 0˚, 90˚, dan komposit tanpa serat.
Setelah pembuatan komposit kemudian diuji tarik sesuai standar ASTM D 638-02,
dan diuji lentur sesuai standar ASTM D 790-03 sebanyak tiga kali pengujian
setiap variasi arah serat. Hasil analisa data diolah secara statistik
menggunakan metode deskriptif, dimana semua data yang diperoleh disajikan dalam
bentuk tabel dan grafik. Adapun hasil perhitunganyang telah dilakukandidapatkan
nilai rata-rata tegangan uji tarik komposit serat sabut kelapa yang optimal
ialah arah sejajar 0˚, 0˚ sebesar 14,34 N/mm², dan untuk tegangan lentur
komposit serat sabut kelap yang optimal ialah arah sejajar 0˚, 45˚ sebesar
23,34 N/mm². Dari hasil perhitungan tersebut, nilai kekuatan sesuai standar
Badan Klasifikasi Indonesia masih jauh dari nilai yang didapatkan.
Penulis: Muhammad Arsyad,
Muhammad Arsyad Suyuti, Muh. Farid Hidayat, Armila Sahi Pajarrai
Kode Jurnal: jptmesindd140436