STUDI PENGEMBANGAN SISI UDARA BANDAR UDARA MALI KABUPATEN ALOR UNTUK JENIS PESAWAT BOEING 737-200

Abstract: Saat ini bandara Mali dilayani oleh pesawat F-50 dengan jumlah seat 48. Peningkatan jumlah penumpang dari tahun ke tahun mengakibatkan pihak maskapai dan bandara harus memberikan penerbangan tambahan untuk melayani semua penumpang yang ada. Namun apabila kapasitas pesawat yang digunakan lebih besar akan dapat menampung jumlah penumpang yang ada. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan khususnya pada sisi udara bandar udara Mali yang mencakup landas pacu (runway), landas hubung (taxiway) dan landas parkir (apron). Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan landas pacu, landas hubung dan landas parkir bandar udara Mali agar dapat melayani pesawat terbang yang lebih besar yaitu Boeing 737-200. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder antara lain : Data lalu lintas pesawat pada bandar udara Mali, karakteristik pesawat Boeing 737-200, temperatur lingkungan bandar udara, elevasi dan kemiringan landasan dan CBR tanah dasarnya. Analisa dimensi sisi udara bandar udara dilakukan berdasarkan aturan International Civil Aviation Organization (ICAO), sedangkan perencanaan tebal perkerasan landas pacu menggunakan metode U S Corps of Engineer (CBR) dan metode Load Classification Number (LCN). Dari hasil penelitian maka diperoleh dimensi sisi udara bandar udara Mali dengan panjang minimum landas pacu 2181 m, lebar landas pacu 30 m dengan bahu landasan 2 x 15 m, total tebal minimum lapisan perkerasan landas pacu untuk metode CBR sebesar 19,85 inci dan metode LCN sebesar 25 inci, lebar minimum landas hubung yang dibutuhkan 15 m sedangkan lebar saat ini 21 m sehingga tidak perlu dilakukan penambahan lebar dan ukuran apron 144 m x 84 m dengan daya tampung pesawat sebanyak 3 buah pesawat Boeing 737-200.
Keywords: pengembangan; sisi udara bandar udara; development; airport air side
Penulis: Andrew U. R. Samapaty, Tri M. W. Sir, Ruslan Ramang
Kode Jurnal: jptsipildd150247

Artikel Terkait :