RANCANG CAMPUR BETON AGREGAT RINGAN DENGAN BAHASA PEMROGRAMAN BORLAND DELPHI
Abstrak: Pada dasarnya semua
jenis beton ringan diproduksi dengan jumlah kandungan udara yang besar baik
dalam acuan maupun antara butiran agregat. Sehubungan dengan itu, ada tiga
jenis dasar beton ringan seperti beton agregat ringan, beton busa, beton tanpa
agregat halus. Empat jenis utama dari pengolahan beton agregat ringan yang
sudah digunakan secara luas di Inggris, Amerika dan Eropa mempunyai kategori
seperti serpihan batu, tanah liat dan batu tulis yang diolah dari putaran dapur
pengeringan (Leca, Kermazite), serpihan batu atau tanah liat yang diolah dari
sintering grate (Aglite, Agloporite), bijih ampas yang diolah dari mesin atau
proses penyemprotan (Foamed Slag), agregat dari abu sisa pembakaran (Lytag).
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan proses rancang campur beton agregat
ringan dengan bahasa pemrograman Borland Delphi yang dapat mempercepat waktu
pengerjaan mix design
beton dibandingkan cara
manual dengan keakuratan
tinggi. Penelitian ini menggunakan metode empiris (pendekatan)
ACI dan dalam program pemodelan rancang campur beton atau mix design agregat ringan
ini dibantu dengan
bahasa pemrograman Borland
Delphi 7. Pembuatan
program dengan cara memodelkan/menterjemahkan prosedur
penelitian agregat kasar, agregat halus, semen, air, referensi tabel-tabel,
referensi grafik-grafik. Melakukan uji validasi program sebelum program di kompilasi
dan di dokumentasikan. Hasil yang didapat pada akhir penelitian ini adalah
software Rancang Campur Beton Agregat Ringan yang merupakan software alat bantu
perhitungan mix desgin yang mengunakan
metode empiris (pendekatan)
ACI. Dengan sistem
perhitungan yang terkomputerisasi dapat mengoptimalkan segala proses
perhitungan yang lebih cepat serta meminimalkan terjadinya kesalahan, sehingga
data lebih sistematis dan dapat dikelola dengan baik, software yang digunakan
menggunakan Borland Delphi 7. Dari hasil uji validasi program dan sistem
manual, disimpulkan bahwa terdapat 0 % simpangan sistem. Sehingga logika
program telah berjalan dengan benar dan kemudahan interaksi program dengan
pengguna.
Penulis: Arnadi Setyawan,
Purnawan Gunawan, Setiono
Kode Jurnal: jptsipildd140708