POTENSI BANJIR DI DAS SIWALUH MENGGUNAKAN METODE SOIL CONSERVATION SERVICE DAN SOIL CONSERVATION SERVICE MODIFIKASI SUB DINAS PENGAIRAN JATENG
Abstrak: Banjir adalah
peristiwa yang terjadi
ketika aliran air
yang berlebihan merendam
daratan. Bencana banjir
sering mengakibatkan kerugian jiwa, harta,benda. Kejadian banjir tidak
dapat dicegah tetapi hanya dapat dikendalikan dan dikurangi dampak kerugian
yang diakibatkannya, karena
datangnya relatif cepat.
Untuk mengurangi dampak
akibat bencana banjir tersebut maka
diperlukan pengkajian analisis
banjir maksimum tahunan
yang ditinjau besar
potensi banjir berdasarkan periode ulang.
Daerah Aliran Sungai
(DAS) yang digunakan
yaitu DAS Siwaluh
yang berada di
kabupaten Karanganyar. Metode yang
digunakan untuk mengetahui
debit banjir maksimum
adalah metode Hidrograf
Satuan Sintetik SCS
dan SCS PU yang
menggunakan data curah
hujan tahun 2003-2012
dari tiga stasiun
pencatat hujan yaitu
Matesih, Delingan, Trani. Hasil
analisis dan perhitungan
banjir menggunakan pola
distribusi hujan Log
Pearson III dan
metode Hidrograf Satuan Sintetik SCS
diperoleh banjir periode
ulang 2, 5,
10, 20, 50, 100 tahun
sebagai berikut: Q2=
30,33 m3/detik, Q5=
39,93 m3/detik, Q10= 41,82
m3/detik, Q20= 56,73
m3/detik, Q50= 64,60
m3/detik, dan Q100=
82,12 m3/detik. Dengan
metode SCS-PU diperoleh banjir periode ulang 2, 5, 10, 20, 50, 100 tahun
sebagai berikut: Q2= 4,90 m3/detik, Q5= 8,60 m3/detik, Q10= 12,55
m3/detik, Q20= 18,70
m3/detik, Q50= 24,13
m3/detik, dan Q100=
37,25 m3/detik. Selanjutnya
dibandingkan dengan hasil perhitungan
debit banjir hujan
harian maksimum tahun
2003-2012, dari kedua
metode menghasilkan potensi banjir yang sama sebagai berikut:
Tahun 2008 mendekati debit banjir rencana 10 tahunan. Tahun 2005 dan 2007
mendekati debit banjir rencana 5 tahunan. Tahun 2012 mendekati debit banjir
rencana 2 tahunan. Tahun 2003, 2004, 2006, 2009, 2010 dan 2011 tidak mendekati banjir. Dari debit maksimum
tahunan dengan memakai software minitab dapat diperkirakan debit maksimum
tahunan dan menghasilkan potensi banjir yaitu dari tahun 2013-2015 mendekati
debit banjir rencana 2 tahunan.
Penulis: Lathifa Tunnisa,
Suyanto, Solichin
Kode Jurnal: jptsipildd140702