PERILAKU SISWA YANG TIDAK DIKEHENDAKI (OFF TASK BEHAVIOR) DAN PENANGANAN KONSELOR DI SDIT AT-TAQWA SURABAYA
Abstract: Tujuan penelitian
ini adalah mendeskripsikan tentang bentuk-bentuk, faktor penyebab, penanganan
konselor dan hambatan yang dialami konselor dalam menangani perilaku off task
siswa di SDIT At-Taqwa Surabaya. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data
adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini
adalah kepala sekolah, 2 (dua) konselor, 7 (tujuh) guru kelas, 3 (tiga) guru
mata pelajaran, dan 7 (tujuh) siswa yang memiliki perilaku off task. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa bentuk perilaku off task siswa yang terjadi di
SDIT At-Taqwa Surabaya yaitu berjalan-jalan di dalam kelas, berbicara dengan
temannya, bermain alat tulis seperti pensil, pulpen, penghapus atau penggaris,
bermain kertas, tidak memperhatikan penjelasan guru, meletakkan kepala di atas
meja, membuat gaduh, naik ke atas kursi, keluar masuk kelas, bercanda dengan
temannya, menggambar di kertas, mencoret-coret meja, membuka buku pelajaran
lain, mengerjakan PR. Penyebab siswa melakukan perilaku off task terdiri dari
faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi adaptasi sekolah
dan kesulitan dalam pelajaran. Sedangkan faktor eksternal yang mendasari
munculnya perilaku off task siswa yaitu pengaruh dari teman dan kurangnya
perhatian dari guru. Ada berbagai macam penanganan yang dilakukan oleh
konselor, diantaranya adalah menegur atau mengingatkan dengan memberi nasihat,
selain itu untuk menangani perilaku off task siswa konselor berkolaborasi
dengan guru kelas dan guru mata pelajaran menerapkan teori pengkondisian operan
dengan menggunakan teknik penguatan dan teknik hukuman. Hambatan yang dihadapi
konselor adalah keterbatasan pemberian layanan konseling secara langsung dan
masih sulitnya mengontrol sikap siswa SD karena belum memiliki keajegan dan
masih butuh bantuan dari guru dan orang tua.
Penulis: MAUFUROTUS SHOFUHAH,
Najlatun Naqiyah
Kode Jurnal: jpbkdd160097