PERBAIKAN KUALITAS MINYAK BIJI KARET MELALUI PROSES DEGUMMING MENGGUNAKAN NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL
ABSTRAK: Jumlah penduduk yang
terus bertambah akan berdampak pada peningkatan kebutuhan pendukung seperti
sarana transportasi dan aktivitas industri, sehingga terjadi peningkatan
kebutuhan energi, khususnya bahan bakar minyak. Keadaan ini semakin
mengkhawatirkan karena disinyalir cadangan minyak fosil Indonesia akan habis
dalam kurun waktu 10-15 tahun ke depan. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan
kebijakan energi nasional melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia tentang
pengembangan sumber energi alternatif, di Indonesia banyak mempunyai tanaman
berpotensi menghasilkan minyak nabati, salah satunya adalah biji karet yang
dapat digunakan sebagai bahan pembuatan biodiesel, sebelumnya telah dilakukan
penelitian tentang biodiesel dari minyak biji karet dengan metode non-katalis
dan mempunyai kadar karbon residu yang tinggi sehingga menimbulkan jelaga pada
ruang bakar, dari hasil analisa penyebabnya kerena masih terdapat kandungan gum
atau getah yang tinggi. Proses degumming diterapkan pada penelitian ini agar
dapat mengatasi masalah tersebut. NaOH sebagai salah satu bahan kimia yang
dapat memisah gum/getah. Tujuan dari penelitian ini mengetahui hasil dari
variasi campuran NaOH yaitu 2 gram = 0,939 ml, 3 gram = 1,408 ml, 4 gram =,
1,878 ml, 5 gram = 2,347 ml, 6 gram = 2,817 ml dari 360 gram minyak biji karet
pada proses degumming bahan pembuatan biodiesel dari biji karet agar dapat
memisahkan gum/getah yang paling optimal.
Penelitian dilakukan dengan berbagai proses yaitu pengumpulan,
pengepresan, penyaringan, degumming biji karet, penelitian ini meneliti
karakteristik minyak biji karet/Rubber Seeds Oil (RSO) sebelum dan sesudah
dilakukan proses degumming menggunakan NaOH.
Hasil dari Uji karakteristik minyak biji karet sebelum degumming yaitu
viskositas pada suhu 40oC 10,94 cPs,
densitas pada suhu 15oC 0,92946 g/cm3, nilai pH 6, kandungan gum 17.10 mg/l,
nilai kalor 8885,34 kcal, kadar FFA 20,802%, dan karakteristik minyak setelah
proses perendaman dengan asam sulfat dan degumming menggunakan NaOH yang
menghasilkan hasil terbaik pada pemisahan gum yaitu pada campuran NaOH 6 gram
dari kandungan gum 17.10 mg/l menjadi 6,97 mg/l. pada hasil uji karateristiknya
lainya yaitu viskositas pada suhu 40oC 10,73 cPs pada jumlah NaOH 6 gram,
densitas pada suhu 15oC 0,91686 g/cm3 pada jumlah NaOH 5 gram, nilai pH 6,5
pada jumlah NaOH 6 gram, kandungan gum 6,97 mg/l pada jumlah NaOH 6 gram, nilai
kalor 8987,64 kcal/kg pada jumlah NaOH 6 gram, kadar FFA 12,585% pada jumlah
NaOH 6 gram.
Penulis: S. David Indranata, I
Wayan Susila
Kode Jurnal: jptmesindd130400